Freddy Terpidana Mati Narkoba, Jenasahnya akan Dipulangkan ke Kota Lahirnya

Freddy Terpidana Mati Narkoba, Jenasahnya akan Dipulangkan ke Kota Lahirnya

Jumat, 29 Juli 2016, Juli 29, 2016
Surabaya, Liputan Indonesia - Keinginan Keluarga terpidana mati kelahiran Krembangan Surabaya, Freddy Budiman, mengaku pasrah dengan eksekusi hukuman mati yang akan dilakukan pemerintah terhadap bandar narkoba 1,4 juta pil ekstasi itu. Saat Beberapa hari jelang eksekusi, keluarga meminta warga mendoakan Freddy dan Jenasahnya dibawa ke Surabaya kota kelahirannya.

Suwarno, Selaku ketua RT III RW I Krembangan Baru, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, mengatakan, beberapa kali dia bertemu adik Freddy, Mulyono dikediamannya.

Kepada Suwarno, Mulyono meminta agar mendoakan ibunya dan Freddy serta meminta jenasahnya dipulangkan disini. "Adiknya bilang ke saya, 'Pak De, tolong didoakan Mamak (ibu) dan Freddy agar tabah dengan musibah ini'," katanya menirukan permintaan Mulyono.
Semua keluarga Freddy, lanjut Suwarno, merupakan keluarga mualaf yang ramah dengan warga sekitar. Setiap kegiatan warga mereka selalu memberikan bantuan.

" Ketika perayaan Agustusan (Hari Kemerdekaan). Tapi ada kejadian seperti ini, tidak tahu kalau Agustusan sekarang ini," ucapnya.

Bapak Freddy, Nanang, Dia dulu pengusaha bus. Setelah meninggal, ibunya, Nursiyah, berusaha menghidupi keluarga dengan berjualan makanan nasi bungkus yang diantar ke sejumlah pelanggan warung. "Kalau Freddy setelah sekolah, pergi merantau ke Jakarta," tegas Suwarno.

Semenjak pergi ke Jakarta, lanjut dia, Freddy jarang terlihat di rumahnya di Surabaya. Hanya beberapa kali ia bertemu saat minum kopi di warung di kampungnya malam- malam.

"Terpidana mati Freddy orangnya baik hati  di kampung sini. Jujur saja mas, dulu kalau pulang dan ketemu freddy, saya selalu diberi uang dan menanyakan kabar ke saya, juga sering diajak jalan- jalan" ujarnya.(BP)

TerPopuler