JAKARTA, Liputan Indonesia – Warga DKI Jakarta hanya menunggu keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ), untuk menetapkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma menjadi calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub 2017 mendatang untuk melawan Ahok. Setelah itu suara rakyat Jakarta hampir bisa dipastikan akan tersedot habis pada Risma.
Gerakan-gerakan warga DKI mendukung Risma untuk maju mulai menjalar ke berbagai kampung-kampung warga di DKI sehingga tampak semakin mendesak.
Jika dukungan ini meluas, maka sirine kehancuran elektabilitas Ahok diperkirakan akan meredup. Sejumlah kalangan menilai kans Risma sangat besar jika bertarung di Pilgub DKI Jakarta. Apalagi sejumlah catatan positif Risma membangun Kota Surabaya nyaris tanpa cacat.
Belakangan gerakan itu juga dimotori oleh sejumlah relawan Jokowi yang masif di kalangan arus bawah. Bukan tidak mungkin pertempuran akan mengerucut pada relawan Jokowi versus Teman Ahok yang belum lama mengklaim berhasil mengumpulkan satu juta KTP.
Salah satu relawan Jokowi, Gerak Indonesia, di media sosial Twitter masif menunjukan bukti dukungan-dukungan mereka di sejumlah wilayah Jakarta.
Gerak Indonesia, seperti diungkap dalam laman resmi Twitternya, dilahirkan oleh sejumlah orang yang berasal dari berbagai komunitas kerakyatan di Jakarta pada 20 Juni 2016.
Mereka mengklaim terus bergerilya mengumpulkan dukungan bagi Risma.
“Besok sampai tanggal 2 Juli akan ada acara mulai dari Jakarta Barat. Setiap hari ada pengumpulan dukungan dari Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, puluhan ribu orang sudah terdata,” kata Ketua Gerak Indonesia, Emi Sulyuwati, Minggu (26/6/2016).
“Kami mengundang keterlibatan setiap individu/organisasi yg berkesadaran demokratis dan kerakyatan dalam perjuangan bersama,” demikian cuitan @Indonesia_Gerak beberapa waktu lalu.
Kelompok warga ini juga akan mendesak PDIP segera merekomendasikan Risma dijadikan calon gubernur untuk bertanding melawan Ahok.
Seperti diketahui Risma merupakan salah satu kader kepala daerah terbaik yang dimiliki PDIP saat ini.
Hari ini gelombang dukungan dari masyarakat bernama Tanah Merah Bersama Risma (Tameris) juga muncul, seperti yang dikutip media pojoksatu.id
Selain menggelar tanda tangan, Tameris juga akan membunyikan kentongan tanda bahaya rezim tukang gusur dan pro reklamasi.
“Bunyi kentongan ini sinyal bahaya untuk warga Jakarta apabila dipimpin Ahok. Sebagai penguasa dia dianggap anti rakyat, main gusur, pro reklamasi dan pengembang,” ungkap aktivis Tameris, Yossi.
Sebelumnya, kata Yossi TAMERIS telah mendapatkan dukungan dari Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Sementara Ahok masih didukung oleh tiga parpol dan Teman Ahok yang mengklaim mendapat sokongan satu juta KTP.(one)
