Pedagang pasar keputran Surabaya pertahankan lapaknya

Pedagang pasar keputran Surabaya pertahankan lapaknya

Minggu, 27 Maret 2016, Maret 27, 2016

Surabaya, LiputanIndonesia.co.id - Para pedagang Pasar Keputran Surabaya kembali ricuh dengan sejumlah pihak Satpol PP kota Surabaya. 

Penertiban yang dilakukan oleh satpol pp terhadap pedagang ini kemungkinan dahulu di sebabkan keterlambatan petugas kebersihan yang biasanya mengangkut sampah sehingga pedagang mendapatkan sanksi tidak boleh jualan lagi selama seminggu tapi kenyataannya masih berlanjut.

Menurut H. Muhammad Keputran selaku ko'ordinasi para pedagang mengatakan pedagang tidak bisa berjualan karena jalan ditutup.

"  Kami meminta kebijakan, ini masalah perut siapa yang tanggung jawab. saya hanya mewakili para pedagang. 15 hari sudah, kami menuruti saksi ini. Tapi para pedagang tetap tidak di perbolehkan berjualan " Ungkap Muhammad, minggu (27/03/2016).

Dengan penertiban sebanyak kurang lebih 825 pedagang, Muhammad mempertahankan para Pedagang di sekitar jln keputran saat dilakukan penggusuran oleh Satpol PP Surabaya, berjaga di tiga titik lokasi yakni di sebelah timur dekat indosat, sebelah utara dekat gedung Dharmala dan sebelah selatan.

Eko dari pihak satpol pp menjelaskan, adanya operasi rutinitas Cipta Kondisi gabungan satpol pp dengan pihak polrestabes.

" Inikan Pasar Berada ditengah kota, jadi operasi cipta kondisi menjaga keamanan kota. Tidak hanya sini saja " Ungkap Eko.
Pasar induk yang berada ditengah kota ini menjadi suatu pasar kebanggaan warga kota Surabaya. Dari turun temurun jaman penjajahan negara.

" Kalau Pasar Induk dihapus tidak bisa. Sejak Jaman Bambang DH sulit untuk mengatur pasar tak gampang, tetap dijalan sesuai aktifitas " Tambahnya Muhammad. (cn/red)

TerPopuler