Cantiknya Gadis Penjual Jamu Cantik, ' Sinok Kemayu '

Cantiknya Gadis Penjual Jamu Cantik, ' Sinok Kemayu '

Kamis, 22 Oktober 2015, Oktober 22, 2015
Cantiknya Gadis Penjual Jamu Cantik, sinok kemayu
Pintar, cantik, punya visi dan misi, serta ambisi. Idaman banget nih!

LiputanIndonesia.co.id, -- Cantik, pintar dan bentuk tubuh yang ideal adalah perpaduan yang pas untuk bisa diterima kerja di perusahaan elit. Ketiga hal itu dimiliki Theresa Christya, gadis cantik lulusan Komunikasi Undip. Ditambah lagi gadis ini lulus dengan IPK cumlaude.

Tapi bukan jalan itu yang dipilih oleh gadis dengan nama panggilan Tesa ini. Ia nggak memakai kelebihannya di perusahaan orang. Daripada bekerja di tempat orang, ia lebih memilih bekerja sendiri, membuka usahanya sendiri. Tesa sekarang menjadi penjual jamu online. Pilihan yang nggak biasa banget ya buat seorang wanita secantik Tesa?

Ia mengaku bahwa dari kecil sudah terbiasa untuk mengonsumsi beragam jamu. Pelan tapi pasti, ia mulai memperhatikan dunia jamu. Tesa melihat ada peluang bisnis dari kebiasaan mengonsumsi jamu.
"Banyak orang yang menggunakan produk berbahan kimia atau berbahaya untuk merawat tubuhnya dengan iming-iming instan. Padahal dampaknya berbahanya untuk kehidupan mendatang maupun jangka panjang. Dari situ timbul keinginanku untuk mengenalkan jamu keluarga supaya bisa dinikmati secara umum,” ungkap Tesa.

Apa bedanya jamu buatan Tesa dengan jamu lainnya? Ia menggunakan resep warisan leluhur yang sudah pasti membuatnya berbeda. Jamu dengan label Sinok Kemayu ini nggak kayak jamu yang banyak dijual di pasaran. Tesa nggak jualan jamu minum kayak kunyit asem, paitan atau beras kencur. Ia menjual jamu rebus untuk meningkatkan stamina tubuh, hingga jamu oles untuk perawatan tubuh wanita.
Ada lagi kelebihan dari jamu yang dijual oleh Tesa. Menurutnya, jamu jualannya ini laris karena rasa yang nggak pahit. 
"Daun-daun yang digunakan untuk jamu rebus adalah daun-daun khusus yang diracik sedemikian rupa sehingga rasanya enak. Anak-anak yang minum nggak bakal eneg meminumnya," tuturnya.
Meski banderol harganya terbilang lumayan, ada di kisaran Rp15.000 hingga Rp40.000, Tesa mengaku bahwa konsumennya nggak merasa produknya itu mahal. Karena manfaat yang didapat dari jamunya sangat besar. Konsumen dari luar negeri-pun merasa harga itu sangat murah dibanding harga produk kimia. Mereka akhirnya menjadi pelanggan setia Sinok Kemayu.
Di tahun ini, si cantik owner Sinok Kemayu akan melebarkan sayapnya. Dia akan mencoba peruntungan untuk membuka usaha baru yang masih berhubungan dengan jejamuan. Tesa ingin membuktikan pada dunia kalau cantik itu tidak identik dengan manja, tapi justru bisa mandiri dan sukses meski dengan berjualan jamu. (baidu)

TerPopuler