Liputanindonesia.co.id, Bangkalan -- Pelayanan Pembuatan KTP di kecamatan Tanah Merah Bangkalan madura Membingungkan masyarakat, "Seperti yang di alami oleh salah satu Warga tanah merah ibu sumi membuat KTP sampai 4bulan belum ada kejelasan.
Sesudah melakukan perekaman/foto di Kecamatan tidak di kasih tanda bukti Perekaman KTP oleh pihak kecamatan, "Hanya di anjurkan untuk mengecek Sendiri ke dispendukcapil bangkalan,
Sesampai di dispendukcapil Ibu sumi di Tolak di arahkan ke kecamatan dan kelurah (klebun)
ungkap nya dengan nada kesal.
ungkap nya dengan nada kesal.
Menurut pantauan Lsm lasbandra, "Memang pelayanan di kecamatan Tanah Merah terkesan membingungkan Masyarakat yang akan membuat KTP, Seperti ibu sumi hanya salah satu dari Sekian masyarakat yang tidak Mendapatkan pelayanan yang baik.
"Seperti apa yang disampaikan oleh Kasi pelayanan masyarakat kecamatan tanah merah, IBU HAMIDAH,SE dengan lantang menyampaikan Kepada masyarakat, Masalah tanda bukti Perekaman yang Bersangkutan tidak meminta ya tidak di kasih.
"Ibu Sumi hanya empat bulan ada yang 1tahun Lebih belum selesai KTP nya, Meski sudah melengkapi persaratan dan Sudah melakukan rekaman/foto di Kecamatan tidak ada kepastian kapan KTP bisa di terima oleh yang Bersangkutan.
"Dikarnakan ada gangguan seperti Kerusakan SELVER di pusat (jakarta)
Bikin molor pembuatan KTP. kilahnya
Bikin molor pembuatan KTP. kilahnya
Tim investigasi Liputan indonesia Berhasil menghubungi kepala Dispendukcapil Bangkalan
Bapak Rudiyanto, Via tlp Dengan tegas mengatakan,
Bapak Rudiyanto, Via tlp Dengan tegas mengatakan,
"Tanda bukti perekaman/foto itu WAJIB di Berikan oleh Kecamatan sebagai bukti Yang bersangkutan sudah melakukan Perekaman,
"Sesuai UU, 24 , 2014 pembuatan KTP Maksimal 14hari, klo sampai pembuatan KTP 1tahun lebih tidak selesai, itu tidak Di benarkan apapun alasan nya.
Inilah salah satu bukti pelayanan Asal asalan yang di Rasakan oleh masyarakat, Instansi yang Seharusnya memberikan Penjelasan Yang sebenar Benar nya kepada Masyarakat malah melakukan Pembodohan.
Hanya untuk bisa mempunyai KTP saja Masih di persulit sedemikian rupa, Bagaimana kalau masyarakat mau mempertanyakan yang lain Seperti RASKIN dan ADD bisa bisa nyawa Nya yang jadi taruhan. bersambung (rifai)
