LiputanIndonesia.co.id, Surabaya - Banyaknya pekerjaan yg asal jadi dan tidak sesuai dengan RAB/SPEC GAMBAR ditemukan hampir disetiap proyek yang ada di surabaya.
Berdasarkan hasil Investigasi dilokasi proyek yang telah dilakukan oleh LSM Lasbandra dengan bukti Photo & vidio dan melibatkan tenaga ahli yang memahami pekerjaan tersebut mempertanyakan melalui surat hasil evaluasi investigasi kepada dinas pekerjaan umum dan pematusan kota Surabaya. P
ekerjaan yang asal jadi terbukti, salah satunya pekerjaan Saluran Beton U- Gutter dijalan Pagesangan Asri Surabaya, pekerjaan yang menghabiskan anggaran APBD Pemkot Surabaya sebesar Rp2.892.525.000 yang dimenangkan oleh PT Sahhadi Surya. Anehnya pekerjaan saluran Box Culvert yang dipasang tidak sesuai dengan bestek dan Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) , yang mana pekerjaan tersebut ketika melakukan elevasi peletakan U – Gutter tidak dilakukan pemadatan sertu didasar saluran , harusnya dilakukan sesuai bestek dan RAB, ditambah lagi untuk pengeringan air didalam saluran juga tidak dilakukan sehingga kemiringan U- Gutter tidak bisa terkontrol kemiringan yang di isyaratkan.
Berdasarkan surat tersebut dinas pekerjaan umum dan pematusan kota Surabaya pada hari selasa 30-06-2015 jam 10 pagi menggelar rapat di Lt II( Bz. Wonorejo) dihadiri LSM Lasbandra, tokoh masyarakat Pagesangan, kontraktor dan perwakilan kejaksaan negeri Surabaya mengenai paket pekerjaan di pagesangan asri surabaya.
Menurut H. Rahmad selaku ketua Lsm lasbandra Proyek pemkot surabaya banyak di jadikan ajang cari duit oleh oknum yang nakal bekerja sama dengan konsultan pengawas di lokasi.
Adanya item yang hilang didalam RAB dan tidak sesuai bestek tentu saja menyalahi aturan yang ada, seharusnya pihak Kejaksaan bisa menyikapi masalah ini sebagai prodak hukum yang hadir saat itu.
Yang lebih aneh lagi pihak pengawasan dari pemkot terkait proyek saluran U- Gutter di jalan PAGESANGAN ASRI dinilai tutup mata ,apa matanya ditutup itu yang sangat disayangkan, terkesan konsultan pengawas dan anak buahnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya kinerja pengawas namun ironisnya , mereka menikmati gaji yang telah dilelangkan untuk pengawasan proyek tersebut.
Semisal pemasangan trucuk bambu Dan lain lain yang tidak ada itu di tafsir menghilangkan dana anggaran kurang lebih 500juta, ungkap H. Rahmad. Syamsul Hariadi,ST,MT, Kepala Bidang Pematusan, Dinas PU.Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa biaya dari APBD baru dikeluarkan 20% jika nanti memang terbukti adanya pengurangan material yang dikarenakan kondisi dilapangan maka saya hanya membayar sesuai yang ada dan saya lebih percaya dengan pengawas yang telah ditugaskan dan silahkan buktikan dilapangan, ucap nya SAMBIL CENGENGESAN
Kata BAPAK SYAMSUL HARIYADI,ST,MT,
Seperti menutupi kekecewaan nya terhadap konsultan pengawas kerana tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan dari LSM LASBANDRA.(Rifai).
Berdasarkan hasil Investigasi dilokasi proyek yang telah dilakukan oleh LSM Lasbandra dengan bukti Photo & vidio dan melibatkan tenaga ahli yang memahami pekerjaan tersebut mempertanyakan melalui surat hasil evaluasi investigasi kepada dinas pekerjaan umum dan pematusan kota Surabaya. P
ekerjaan yang asal jadi terbukti, salah satunya pekerjaan Saluran Beton U- Gutter dijalan Pagesangan Asri Surabaya, pekerjaan yang menghabiskan anggaran APBD Pemkot Surabaya sebesar Rp2.892.525.000 yang dimenangkan oleh PT Sahhadi Surya. Anehnya pekerjaan saluran Box Culvert yang dipasang tidak sesuai dengan bestek dan Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) , yang mana pekerjaan tersebut ketika melakukan elevasi peletakan U – Gutter tidak dilakukan pemadatan sertu didasar saluran , harusnya dilakukan sesuai bestek dan RAB, ditambah lagi untuk pengeringan air didalam saluran juga tidak dilakukan sehingga kemiringan U- Gutter tidak bisa terkontrol kemiringan yang di isyaratkan.
Berdasarkan surat tersebut dinas pekerjaan umum dan pematusan kota Surabaya pada hari selasa 30-06-2015 jam 10 pagi menggelar rapat di Lt II( Bz. Wonorejo) dihadiri LSM Lasbandra, tokoh masyarakat Pagesangan, kontraktor dan perwakilan kejaksaan negeri Surabaya mengenai paket pekerjaan di pagesangan asri surabaya.
Menurut H. Rahmad selaku ketua Lsm lasbandra Proyek pemkot surabaya banyak di jadikan ajang cari duit oleh oknum yang nakal bekerja sama dengan konsultan pengawas di lokasi.
Adanya item yang hilang didalam RAB dan tidak sesuai bestek tentu saja menyalahi aturan yang ada, seharusnya pihak Kejaksaan bisa menyikapi masalah ini sebagai prodak hukum yang hadir saat itu.
Yang lebih aneh lagi pihak pengawasan dari pemkot terkait proyek saluran U- Gutter di jalan PAGESANGAN ASRI dinilai tutup mata ,apa matanya ditutup itu yang sangat disayangkan, terkesan konsultan pengawas dan anak buahnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya kinerja pengawas namun ironisnya , mereka menikmati gaji yang telah dilelangkan untuk pengawasan proyek tersebut.
Semisal pemasangan trucuk bambu Dan lain lain yang tidak ada itu di tafsir menghilangkan dana anggaran kurang lebih 500juta, ungkap H. Rahmad. Syamsul Hariadi,ST,MT, Kepala Bidang Pematusan, Dinas PU.Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa biaya dari APBD baru dikeluarkan 20% jika nanti memang terbukti adanya pengurangan material yang dikarenakan kondisi dilapangan maka saya hanya membayar sesuai yang ada dan saya lebih percaya dengan pengawas yang telah ditugaskan dan silahkan buktikan dilapangan, ucap nya SAMBIL CENGENGESAN
Kata BAPAK SYAMSUL HARIYADI,ST,MT,
Seperti menutupi kekecewaan nya terhadap konsultan pengawas kerana tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan dari LSM LASBANDRA.(Rifai).
