LiputanIndonesia.co.id, Surabaya - Lantas Polsek kenjeran melakukan Razia Abal Abal kurang lebih jam 00.30.
Banyak kendaraan halulalang lewat seperti motor yg tidak memakai kelengkapan seperti helm tapi tidak di berhentikan hanya memfokuskan terhadap bus mini dan truk.(17/5/2015).
Akan tetapi banyak taxi gelap yg menyalahi aturan hanya di liat stnk nya juga, pick up yg melebihi muatan semua itu tidak di tindak (tilang).
Setelah tim investigasi gabung di lapangan tak lama kemudian tanpa ada komando membubarkan diri satu persatu oknum lantas tersebut kepinggir jalan duduk di warung.
Seperti kode kode tertentu salah satu oknum polantas memanggil salah satu rekan nya dari depan warung dengan nada kencang, "makan dulu Komandan biar gak salah paham, akhirnya membubarkan diri dengan muka sewot para lantas tersebut pergi dari lokasi Razia.
Kegiatan tersebut perlu di pertanyakan kenapa harus membubarkan diri setelah ada media ikut gabung Razia padahal belum satupun kelihatan melakukan penilangan terhadap pengguna jalan yg melanggar.
Padahal sudah jelas kapolsek kenjeran Bapak Ridwan memberikan Laporan kepada tim investigasi Raziadi akses suramadu ialah multi sasaran untuk menekan angka kriminal Sewaktu di ruangan nya.
Di samping mobil patroli Kapolsek memberikan masukan kepada anggotanya bahwa ada salah satu oknum polantas polsek kenjeran (HADI) MENGHINA wartawan . Dengan nada angkuh menyatakan wartawan meminta jatah ke polisi.
Begini komentarnya:
Trus klo polisi memberi jatah terhadap wartawan duit dari mana..?
Tidak mungkin klo dari duit gaji nya sendiri..
Trus jatah untuk apa..?
Dan kenapa polisi harus memberi jatah terhadap wartawan.
Dengan nada tegas dan penuh tanggung jawab bapak ridwan meminta maaf kalau memang anak buah nya salah. akan tetapi di lapangan bak api jauh dari panggangan, oknum lantas Hadi masih angkuh dan sombong merasa bisa menghina wartawan. seharus nya kalau kapolsek nya meminta maaf, yang bersangkutan sadar dan membenahi diri bukan malah sombong nya di perlihatkan.
Hal ini sangat disayangkan sebab sebagai petugas penegak hukum harus memberikan contoh yang baik terhadap semua lapisan masyarakat, karena mereka dibayar oleh rakyat untuk kepentingan rakyat juga. (Rep: Rifai)
Banyak kendaraan halulalang lewat seperti motor yg tidak memakai kelengkapan seperti helm tapi tidak di berhentikan hanya memfokuskan terhadap bus mini dan truk.(17/5/2015).
Akan tetapi banyak taxi gelap yg menyalahi aturan hanya di liat stnk nya juga, pick up yg melebihi muatan semua itu tidak di tindak (tilang).
Setelah tim investigasi gabung di lapangan tak lama kemudian tanpa ada komando membubarkan diri satu persatu oknum lantas tersebut kepinggir jalan duduk di warung.
Seperti kode kode tertentu salah satu oknum polantas memanggil salah satu rekan nya dari depan warung dengan nada kencang, "makan dulu Komandan biar gak salah paham, akhirnya membubarkan diri dengan muka sewot para lantas tersebut pergi dari lokasi Razia.
Kegiatan tersebut perlu di pertanyakan kenapa harus membubarkan diri setelah ada media ikut gabung Razia padahal belum satupun kelihatan melakukan penilangan terhadap pengguna jalan yg melanggar.
Padahal sudah jelas kapolsek kenjeran Bapak Ridwan memberikan Laporan kepada tim investigasi Raziadi akses suramadu ialah multi sasaran untuk menekan angka kriminal Sewaktu di ruangan nya.
Di samping mobil patroli Kapolsek memberikan masukan kepada anggotanya bahwa ada salah satu oknum polantas polsek kenjeran (HADI) MENGHINA wartawan . Dengan nada angkuh menyatakan wartawan meminta jatah ke polisi.
Begini komentarnya:
Trus klo polisi memberi jatah terhadap wartawan duit dari mana..?
Tidak mungkin klo dari duit gaji nya sendiri..
Trus jatah untuk apa..?
Dan kenapa polisi harus memberi jatah terhadap wartawan.
Dengan nada tegas dan penuh tanggung jawab bapak ridwan meminta maaf kalau memang anak buah nya salah. akan tetapi di lapangan bak api jauh dari panggangan, oknum lantas Hadi masih angkuh dan sombong merasa bisa menghina wartawan. seharus nya kalau kapolsek nya meminta maaf, yang bersangkutan sadar dan membenahi diri bukan malah sombong nya di perlihatkan.
Hal ini sangat disayangkan sebab sebagai petugas penegak hukum harus memberikan contoh yang baik terhadap semua lapisan masyarakat, karena mereka dibayar oleh rakyat untuk kepentingan rakyat juga. (Rep: Rifai)

