LiputanIndonesia.co.id, SURABAYA - Salah satu aktivis mahasiswa surabaya utara, menyebutkan bahwa ada aroma tidak sedap di RPH kota Surabaya, bahwa dibalik rencana relokasi yang berkembang ada pengawalan dari pihak anggota DPRD yang berangkat dari dapil 2 Komisi C, akan menjadikan RPH sebagai hotel.
"Ada main dengan investor, bahwa RPH itu akan di jadikan hotel," Ungkap Mahasiswa UINSA yang enggan disebutkan namanya. Senin (2/3/2015).
Dirinya menjelaskan, sebelumnya ada anggota DPRD kota Surabaya sidak di RPH Pegirian Surabaya. Dalam sidaknya, anggota dewan mendapati laporan dari warga sekitar soal adanya pemotongan babi yang dinilai meresahkan masyarakat. Karena kawasan yang dekat sekali dengan wisata religi sunan Ampel Surabaya tidak selayaknya pemotongan babi ditempatkan disana.
"Alasannya, tidak layak RPH berada di tengah masyarakat religi. Kalau hanya sapi dan kambing tidak menjadi persoalan,"ujarnya.
Tak hanya itu, Selama ini, Tempat Pembuangan limbah yang selama ini dilakukan pihak RPH itu dialirkan ke sungai yang berdekatan sekali dengan tempat warga. Sehingga tak ayal kerap menimbulkan bau tidak sedap. Menurutnya, rencana relokasi khusus pemotongan babi tidak jadi masalah, hanya saja ketika RPH ini seluruhnya direlokasi itu akan menimbulkan permasalahan baru. Betapa tidak, RPH yang sudah lama berdiri ini menjadi jantung ekonomi rakyat sekitar.
"Saya tidak setuju jika RPH ini direlokasi dengan alasan yang lain. karena sejak tahun 1892, jantung ekonomi masyarakat kurang lebih 600 orang yang bekerja di RPH. Kami setujunya dalam artian bukan di relokasi, tapi di revitalisasi. Padahal dibalik rencana relokasi itu ada main antara anggota dewan Surabaya dengan investor bahwa RPH akan dijadikan Hotel,"tandasnya.
Sementara, Direktur Teknis bidang Jasa dan Perdagangan, Lutfi Rachmat saat dikonfirmasi mengatakan mendengar soal rencana relokasi RPH sendiri. Hanya saja pihaknya belum mengetahui secara detail jika benar adanya terjadi relokasi hendak dijadikan apa.
"Sempat dengar soal itu, tapi mau dijadikan apa saya ndak tahu mas,"katanya, saat dihubungi melalui sambungan selularnya.
Meski mendengar soal rencana relokasi RPH, Menurutnya, tidak mudah. Karena harus ada keterlibatan Pemerintah Kota Surabaya dalam memutuskan hal itu. Sebelumnya, pihaknya membenarkan bahwa ada laporan dari masyarakat atas adanya pemotongan babi di RPH. Akan tetapi pihaknya juga belum bisa memutuskan soal tanggapan warga seputar adanya pemotongan babi itu itu sendiri.
"Belum bisa memutuskan, karena harus konsultasi dulu ke Pihak Pemkot. Kalau pun jadi di relokasi itu juga kita pelajari dulu. Tidak semudah itu langsung direlokasi,"pungkasnya. (Hul).
