![]() |
Rakyat Dididik Jadi Pengemis : Jokowi dan Lingkarannya tak Paham BPJS |
LIPUTANINDONESIA.CO.ID, SURABAYA -- Pengambilan dana bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah melalui PT Pos dan Giro bertempat di depan Bank Indonesia Surabaya. 16/1/2015.
Warga yang berdesakan membuktikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah akan bantuan dana untuk meringankan beban kehidupan.
Warga yang berdesakan membuktikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah akan bantuan dana untuk meringankan beban kehidupan.
Apalagi sekarang bahan pangan melonjak naik, serta kebutuhan hidup warga miskin makin terhimpit oleh mahalnya di berbagai kebutuhan.
Sangat jelas dampak tersebut di akibatkan oleh kenaikan harga BBM, walaupun harga BBM terjadi penurunan sedikit, kebutuhan pokok masih melonjak naik.
Masyarakat pun menjadi korban dalam hal ini, "sebetulnya dana bantuan sosial seperti ini adalah mendidik masyarakat menjadi pengemis, bukan menjadikan masyarakat yang bisa menemukan solusi untuk bertahan hidup" kata agus ketua PKL jl. pahlawan.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meluncurkan program perlindungan sosial berupa KIS, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Pos Besar Jakarta, Jalan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Senin (3/11/2014).
Presiden membenarkan saat ditanya wartawan apakah program tersebut untuk mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Untuk menjaga daya beli masyarakat dan yang jelas untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan," kata Presiden.
Presiden membenarkan saat ditanya wartawan apakah program tersebut untuk mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Untuk menjaga daya beli masyarakat dan yang jelas untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan," kata Presiden.
