LiputanIndonesia.co.id, Surabaya -- RSUD dr Soewandhie Surabaya dinilai Kurang dalam melayani masyarakat yang sakit, untuk pengambilan obat salah satunya, pelayan suster untuk melayani Obat sering ditinggal pergi dan tidak berpenghuni di tempat Depo Farmasi di RSUD dr Soewandhie surabaya, sehingga para pasien yang akan mengambil obat resep dari dokter tidak bisa tertangani dengan baik.
Hal ini sangatlah jelas akan minimnya pelayanan kepada pasien terlebih yang membutuhkan obat segera dan para pasien tidak tertangani, akan tetapi pihak Rumah Sakit terkesan tidak ada perbaikan dalam pelayanan ini.
" Seharunya jika masih kurang untuk menangani pasien harus ditambah lagi susternya
Saya sudah menunggu 2jam mulai jam 5 sampai jam 7 mlm belum dapat obat " kata ibu Muniarti warga tanah merah pasien darah tinggi.
Kejadian ini sangatlah mencoreng nama RS. Soewandi yang terkenal dengan lama nya penanganan kepada pasien, terlebih jika pasien menggunakan kartu-kartu seperti jasmas, bpjs, dll.(rfk).
Hal ini sangatlah jelas akan minimnya pelayanan kepada pasien terlebih yang membutuhkan obat segera dan para pasien tidak tertangani, akan tetapi pihak Rumah Sakit terkesan tidak ada perbaikan dalam pelayanan ini.
" Seharunya jika masih kurang untuk menangani pasien harus ditambah lagi susternya
Saya sudah menunggu 2jam mulai jam 5 sampai jam 7 mlm belum dapat obat " kata ibu Muniarti warga tanah merah pasien darah tinggi.
Kejadian ini sangatlah mencoreng nama RS. Soewandi yang terkenal dengan lama nya penanganan kepada pasien, terlebih jika pasien menggunakan kartu-kartu seperti jasmas, bpjs, dll.(rfk).

