![]() |
LiputanIndonesia.co.id, Dunia -- Einsiedeln, biara paling tua dan terkenal Swiss, membuka pintunya untuk para pencari suaka.
Biara yang didirikan pada abad ke-9 tersebut, selama lebih 1.000 tahun menjadi tempat ziarah.Bagi biarawan Benediktus yang tinggal disana, hanya sedikit perubahan kebiasaan sehari-hari yang dibatasi dengan doa.
Tetapi Urban Federer, yang memimpin biara selama kurang dari satu tahun, menginginkan diciptakannya peran baru bagi Einsiedeln sejalan dengan tantangan yang dihadapi Swiss di abad ke 21.
Sekarang penduduk Swiss hampir 25% adalah warga asing, sebagian besar dari Uni Eropa.
Wartawan BBC di Swiss Imogen Foulkes mengatakan sama seperti negara Eropa lainnya, Swiss mengalami peningkatan permintaan suaka, terutama dari Eritrea dan Suriah.
Pemiih Swiss telah dua kali memberikan suaranya tahun ini untuk memutuskan kebijakan pembatasan imigrasi, tetapi negara itu tetap mempertahankan kebijakan yang bermurah hati terhadap pencari suaka.
Dan Federer mengatakan," Sama seperti tempat-tempat lain di Eropa, semakin banyak orang yang datang dari negara lain, benua lain. Saya pikir, kami juga harus melakukan sesuatu sebagai sebuah gereja, sebuah biara."[bbc].
