Andi Nurpati : Jokowi Anti Kritik

Andi Nurpati : Jokowi Anti Kritik

Kamis, 30 Oktober 2014, Oktober 30, 2014

Liputanindonesia.co.id, Jakarta – Ditangkapnya seorang pembantu pedagang sate bernama Muhammad Arsyad karena membully Jokowi saat ajang kampanye pemilihan presiden beberapa bulan lalu menuai banyak kritikan publik. Sebagian besar mereka beranggapan jika Jokowi adalah orang yang anti kritik karena sikapnya yang “represif” setiap menghadapi opini publik.

Wakil sekretaris jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Andi Nurpati mengatakan jika upaya penangkapan Mabes Polri terhadap Muhammad Arsyad adalah bentuk nyata sikap Jokowi yang anti kritik.

“Sangat anti kritik kalau seperti ini kejadiannya, atau jangan – jangan kita menuju ke suatu revolusi mental yang mengarah pada otoriter” ujar Andi Nurpati yang dikutip oleh Okezone, Rabu (29/10/2014).

Kebijakan Jokowi Tidak Jauh Beda Dengan Orba

Sejumlah pihak menyayangkan langkah yang ditempuh oleh Jokowi karena sikapnya yang dianggap tidak jauh beda dengan era orde baru (Orba) yang bertentangan dengan demokrasi.

Mereka membandingkan saat Indonesia semasa dipimpin oleh SBY dengan saat dipimpin Jokowi sangat berbanding terbalik. SBY yang pernah di simbolkan sebagai kepala kerbau oleh sebagian kelompok masyarakat yang tidak puas dengan kebijakannya tidak pernah menunjukkan sikap represif berlebihan apalagi menangkapnya. Begitu juga ketika Prabowo saat kampanye pencapresan dirinya bersaing dengan Jokowi tidak pernah merespon pembully dirinya secara berlebihan dan menganggapnya sebagai dinamika demokrasi.

Tentu saja hal yang demikian akan membalik opini publik terhadap Jokowi dengan menganggapnya sebagai orang yang anti kritik dan berbahaya bagi demokrasi Indonesia kedepannya terutama dalam kebebasan dalam menyatakan pendapat.(Gdf)

TerPopuler