Surabaya, Liputan Indonesia -- Dugaan pengusiran oleh Kasubag Humas Polrestabes Surabaya terhadap seorang ibu bernama Kurnianti Herdiandari, SH (37th), warga Surabaya terkait pelaporan kasusnya. Selasa, (29/11/16).
Berawal dari niat mengadu dan berkeluh kesah dihadapan sejumlah wartawan atas nasib perkara putranya Dmz (11th) yang menjadi korban penganiayaan oleh teman sekolahnya berinisial ITN di SDN Dr.Soetomo VI yang sudah dilaporkan di Polrestabes Surabaya dengan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/412. /III/2015/SPKT/RESTABES SBY.
Dengan tuduhan Tindak Pidana: Kekerasan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam pasal: 80 UU RI No. 23 Tahun 2002.
Atas dugaan pengusiran dirinya di ruang humas Polrestabes hal ini diungkapkan oleh ibu Kurnianti " Secara tidak langsung saya sendiri yang diusir!! saya berfikir harus mengadu kepada siapa lagi, saya pun datang ke ruang Humas di kantor kepolisian dengan tujuan ingin berkeluh kesah dan mencari keadilan untuk anak saya, meskipun laporan sudah saya cabut karena banyak tekanan dan intervensi dari pihak kepala sekolah," Ungkap ibu Kurnia kepada Tim Wartawan Bongkar Muat, (29/11).
Masih Kurnia, " Saat saya bercerita dihadapan rekan wartawan terkait keluh kesah saya, kemudian Kompol. Lily selaku Kasubag Humas menghentikan cerita saya dihadapan wartawan dengan alasan rekan-rekan akan ada press rilis yang akan diliput media." Tambahnya.
" Stop rekan-rekan wartawan akan ada press rilis, ucap Humas kepada saya pada saat saya berkeluh kesah dengan wartawan " Pungkas ibu Kurnia.
Saat di konfirmasi (29/11), Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol. Lily berkali-kali melalui seluler dan sms enggan menanggapi atas konfirmasi Wartawan Tim Bongkar Muat.
Terpisah, ditambahkan salah satu sumber dari rekan wartawan yang mengetahui dan berada di ruang humas, membenarkan dugaan pengusiran ibu Kurnia saat berkeluh kesah dihadapan wartawan di ruang Humas Media Center Polrestabes Surabaya.
" Saat ibu Kurnia berkeluh kesah atas kejadian dirinya dan putranya, Kasubag Humas Kompol. Lily mengusir secara halus dengan alasan akan ada press rilis yang akan diliput rekan media, saya berani mas berkomentar karena saya benar-benar ada di tempat kejadian. " kata dari nara sumber wartawan yang tidak mau diungkap namanya.
Penulis: (tim)
Berawal dari niat mengadu dan berkeluh kesah dihadapan sejumlah wartawan atas nasib perkara putranya Dmz (11th) yang menjadi korban penganiayaan oleh teman sekolahnya berinisial ITN di SDN Dr.Soetomo VI yang sudah dilaporkan di Polrestabes Surabaya dengan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/412. /III/2015/SPKT/RESTABES SBY.
Dengan tuduhan Tindak Pidana: Kekerasan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam pasal: 80 UU RI No. 23 Tahun 2002.
Atas dugaan pengusiran dirinya di ruang humas Polrestabes hal ini diungkapkan oleh ibu Kurnianti " Secara tidak langsung saya sendiri yang diusir!! saya berfikir harus mengadu kepada siapa lagi, saya pun datang ke ruang Humas di kantor kepolisian dengan tujuan ingin berkeluh kesah dan mencari keadilan untuk anak saya, meskipun laporan sudah saya cabut karena banyak tekanan dan intervensi dari pihak kepala sekolah," Ungkap ibu Kurnia kepada Tim Wartawan Bongkar Muat, (29/11).
Masih Kurnia, " Saat saya bercerita dihadapan rekan wartawan terkait keluh kesah saya, kemudian Kompol. Lily selaku Kasubag Humas menghentikan cerita saya dihadapan wartawan dengan alasan rekan-rekan akan ada press rilis yang akan diliput media." Tambahnya.
" Stop rekan-rekan wartawan akan ada press rilis, ucap Humas kepada saya pada saat saya berkeluh kesah dengan wartawan " Pungkas ibu Kurnia.
Saat di konfirmasi (29/11), Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol. Lily berkali-kali melalui seluler dan sms enggan menanggapi atas konfirmasi Wartawan Tim Bongkar Muat.
Terpisah, ditambahkan salah satu sumber dari rekan wartawan yang mengetahui dan berada di ruang humas, membenarkan dugaan pengusiran ibu Kurnia saat berkeluh kesah dihadapan wartawan di ruang Humas Media Center Polrestabes Surabaya.
" Saat ibu Kurnia berkeluh kesah atas kejadian dirinya dan putranya, Kasubag Humas Kompol. Lily mengusir secara halus dengan alasan akan ada press rilis yang akan diliput rekan media, saya berani mas berkomentar karena saya benar-benar ada di tempat kejadian. " kata dari nara sumber wartawan yang tidak mau diungkap namanya.
Penulis: (tim)

