Kapolres Ngawi AKBP SURYO SUDARMADI, S.I.K., M.H. menghadiri jalannya Jamasan Pusaka Kab. Ngawi

Kapolres Ngawi AKBP SURYO SUDARMADI, S.I.K., M.H. menghadiri jalannya Jamasan Pusaka Kab. Ngawi

Rabu, 20 Juli 2016, Juli 20, 2016

NGAWI,www.liputanindonesia.co.id - Jamasan pusaka meliputi dua buah tombak , Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono, berlangsung khidmat yang mengambil tempat di Pendopo Wedya Graha yang merupakan agenda tahunan jelang peringatan Hari jadi Kabupaten Ngawi yang ke-658 .
Ritual ini langsung dipimpin oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono dan diikuti oleh Forpimda Kab. Ngawi  serta para staf dilingkungan Pemkab Ngawi dengan  memakai pakaian adat kejawen yang berlangsung dengan khidmat.
Jamasan pusaka yang merupakan warisan  para pendiri Kabupaten Ngawi pada masanya itu dilakukan oleh sesepuh agung yang sudah cukup popular di bumi orek-orek yakni Ki Suharno Ilham.

Satu persatu  pusaka yang cukup memiliki filosofi ini disiram dengan beberapa rupa kembang dan sesaji lainya dengan diikuti dengan kalimat mantra dari Ki Suharno Ilham yang didampingi para sesepuh yang tergabung dalam peguyuban Permadani (Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Cabang Kabupaten Ngawi.
Sebelumnya pusaka Kabupaten Ngawi ini diboyong dari plangkanya yang ada didalam Pendopo Wedya Graha dengan dikawal oleh lima sesepuh yang dipimpin oleh Ki Sugito yang merupakan Ketua Permadani Cabang Ngawi.

Suasana di Pendopo Wedya Graha makin bertambah sakral ketika lantunan gending pakurmatan tengah mengiringi jamasan  pusaka khususnya Ketawang  Ngawiyat dan Gending Boyong Basuki yang ditabuh oleh para pengrawit.
Seusai jamasan, ke empat pusaka diboyong lagi ke tempat semula seperti diketahui kedua tumbak dan dua payung tersebut konon  peninggalan para adipati yang memegang kekuasaan di era zaman Majapahit.


“Memang setiap tahunya dilakukan  jamasan pusaka milik kabupaten  ini dan perlu diketahui bersama setiap lima tahun sekali pasti diadakan  kirab pusaka menuju Ngawi Purba menuju Pendopo Wedya Graha seperti tahun lalu.
Selain itu dirinya menambahkan, jamasan  pusaka merupakan bagian dari wujud melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sehingga kedepanya para generasi muda akan  tahu kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhurnya.
Dan sehari sebelumnya Senin  18 Juli 2016 Kapolres Ngawi, Bupati Ngawi beserta Forpimda Kab. Ngawi melakukan ziarah ke makam leluhur yang tidak lain para Adipati yang memegang pemerintahan di Ngawi.

Ada beberapa makam yang diziarahi seperti makam Raden Tumenggung Poerwodiprojo yang ada di belakang Masjid Jamii Baiturrahman Ngawi, makam Patih Pringgo Koesoemo di Ngawi Purba, makam Raden Adipati Kertonegoro di gunung Sarean Kecamatan Sine dan di akhiri ke makam Raden Patih Ronggolono dan Putri Cempo di Desa Tawangrejo, Kecamatan Ngrambe.

Sementara nuansa Kota Ngawi menjelang peringatan hari jadinya tampak dipenuhi berbagai agenda kegiatan yang dilaksanakan pihak Pemkab Ngawi. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

TerPopuler