Akibat Foto Selfie Banyak Orang Jadi Stress dan Gila

Akibat Foto Selfie Banyak Orang Jadi Stress dan Gila

Selasa, 17 Maret 2015, Maret 17, 2015
Foto Selfie Banyak Orang Jadi Gila dan Stress; doc foto: kaskus.co.id

LiputanIndonesia.co.id, Nusantara --  Dengan majunya technology Handphone dan makin banyaknya kommunitas yang berada di indonesia makin banyak orang yang mengambil foto dirinya sendiri, atau selfie setiap beberapa jam atau bahkan beberapa menit sekali. Tujuannya memang baik, yaitu untuk mengabadikan momen-momen terbaik mereka. Terlebih, smartphone jaman sekarang memang sudah dilengkapi dengan kamera yang canggih dan resolusi gambar bagus sehingga akan sangat mudah bagi manusia untuk melakukan selfie setiap saat dimana pun berada.

Berdasarkan informasi dari media disclose.tv, psikiater dan pekerja kesehatan mental lainnya menghubungkan kebiasaan ini dengan penyakit mental narsisme dan obsesi seseorang akan penampilan mereka secara berlebihan.

Dalam halaman yang sama juga, psikiater Dr David Veal mengatakan bahwa dua dari tiga pasien datang padanya dengan keluhan Body Dysmorphic Disorder yang membuat merek bersikeras melakukan selfie berkali-kali sejak munculnya tren ini di sosial media. Ia mengatakan bahwa ia melihat kelakuan ini pada teman-temannya yang berkali-kali melakukan selfie untuk mendapat angle yang pas dan sangat aware dengan detail kulit mereka, garis alis, mata, pipi, gigi, rambut dan lain sebagainya agar terlihat bagus dan indah.

Walaupun lagi trend Foto Selfie ini tidak bahaya, akan tetapi secara bertahap dan dalam jangka waktu lama bisa membangun kesadaran diri dan kepercayaan diri berlebihan yang palsu. Bukannya menerima apa adanya tubuh Anda, Anda malah membuat gambaran “palsu” diri Anda untuk memuaskan diri sendiri. Bahkan ada orang yang menjadi tidak produktif karena menghabiskan waktu untuk mendapat foto terbaik saat selfie dan kehilangan banyak hal.

Masyarakat telah menjadikan trend ini menjadi kebiasaan didalam kehidupan sehari hari dimanapun dia berada, padahal Selfie membuat diri kita semakin membuat kepribadian yang Palsu dan tidak Wajar secara tidak langsung menurut "psikiater Dr David Veal". (awr).

TerPopuler