LiputanIndonesia.co.id, Surabaya -- Razia KTP di Rumah Kontrakan yang beralamat di jalan Sumbo 71 Pemilik rumah H.Toha jadi targat operasi Aparat gabungan, mulai dari SatPol-PP, Polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya langsung mendatangi Rumah kontrakan tersebut, 29/1/2015.
Menurut informasi warga sekitar operasi ini ditujukan kepada warga musiman atau warga yang mendiami rumah kontrakan disitu terkait perihal Razia KTP, akan tetapi razia tersebut terkesan pilih-pilih, karena hanya rumah kontrakan di jalan sumbo 71 milik H.Toha saja yang dirazia oleh petugas, sedangkan di kawasan tersebut sangat banyak rumah-rumah kontrakan milik H. Matrudi, dan lain-lain dan dipadat oleh penduduk musiman.
Dari dugaan warga juga adanya seseorang yang memberikan informasi miring terkait perihal lain, bukan hanya KTP.
"Operasi apa pak" tanya seorang warga pada polisi
"Operasi KTP mas" jawab salah satu petugas dengan nada tinggi
Namun ketika dikonfirmasi ke petugas polisi menyatakan kepada warga setempat hanya operasi KTP, akan tetapi razia tersebut sangat dinilai tidak ber etika, karena razia tersebut tidak menghormati atau tidak mengkonfirmasi kepada pejabat sipil seperti bapak RT, Bapak RW selaku tokoh masyarakat setempat.
Sangatlah kurang sopan jika aparat negara tidak mempunyai etika dalam melakukan tugas negara, seharusnya wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada tokoh masyarakat setempat ditingkat RT, maupun RW agar tidak menjadi kekahwatiran atau kaget bagi anak-anak kecil yang mendiami rumah-rumah kontrakan tersebut. (one).
Menurut informasi warga sekitar operasi ini ditujukan kepada warga musiman atau warga yang mendiami rumah kontrakan disitu terkait perihal Razia KTP, akan tetapi razia tersebut terkesan pilih-pilih, karena hanya rumah kontrakan di jalan sumbo 71 milik H.Toha saja yang dirazia oleh petugas, sedangkan di kawasan tersebut sangat banyak rumah-rumah kontrakan milik H. Matrudi, dan lain-lain dan dipadat oleh penduduk musiman.
Dari dugaan warga juga adanya seseorang yang memberikan informasi miring terkait perihal lain, bukan hanya KTP.
"Operasi apa pak" tanya seorang warga pada polisi
"Operasi KTP mas" jawab salah satu petugas dengan nada tinggi
Namun ketika dikonfirmasi ke petugas polisi menyatakan kepada warga setempat hanya operasi KTP, akan tetapi razia tersebut sangat dinilai tidak ber etika, karena razia tersebut tidak menghormati atau tidak mengkonfirmasi kepada pejabat sipil seperti bapak RT, Bapak RW selaku tokoh masyarakat setempat.
Sangatlah kurang sopan jika aparat negara tidak mempunyai etika dalam melakukan tugas negara, seharusnya wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada tokoh masyarakat setempat ditingkat RT, maupun RW agar tidak menjadi kekahwatiran atau kaget bagi anak-anak kecil yang mendiami rumah-rumah kontrakan tersebut. (one).

